Tips Mengelola Kontak untuk Membangun Hubungan Baik bersama dengan Konsumen

Tips Mengelola Kontak untuk Membangun Hubungan Baik bersama dengan Konsumen

Betul, sangat menarik sekali menurut saya. Kenapa? Karena sesungguhnya platform kirim pesan baik itu Whatsapp, Telegram, Line, dan termasuk e-mail itu sangat potensial jika dioptimalkan untuk berjualan. Pengalaman saya pribadi, cuma berjualan lewat fasilitas kirim pesan Whatsapp dalam dua hari mampu tembus penjualan sebesar 32 juta rupiah. Waw angka yang menarik. Angka itu murni seluruhnya dari jualan bersama dengan gunakan Whatsapp. Kok bisa? Gimana caranya?

Jadi ceritanya, th. yang selanjutnya saya sempat sebabkan buku, buku perdana tepatnya yang berjudul Kiat Praktis Branding. Buku itu saya terbitkan lewat penerbit indie, atau lebih tepatnya diterbitkan bersama dengan pendanaan sendiri untuk mencetak buku tersebut. Maklum, selagi itu saya tidak seterkenal sekarang agar tidak ada satu penerbit pun yang melirik naskah buku saya. Selain itu ya dikarenakan sesungguhnya menerbitkan buku sendiri saya bilang lebih untung dikarenakan kita mampu nikmati 100% keuntungan untuk diri sendiri tanpa mesti dibagi bersama dengan pihak lain. Maka dicetaklah buku Kiat Praktis Branding bersama dengan uang seadanya.

Setelah selesai dicetak, buku saya pasarkan bersama dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Untuk tahap pertama, saya gunakan Whatsapp untuk memasarkan buku tersebut cara jualan online Dan benar, selama dua hari berjualan gunakan platform fasilitas pengirim pesan ini penjualan buku tembus 32 juta rupiah. Kenapa Whatsapp saya pilih? Alasanya sederhana, dikarenakan fasilitas pengirim pesan ini yang gunakan sangat banyak sekali. Menurut data We Are Social yang diterbitkan bulan Januari 2020, Whatsapp merupakan fasilitas kirim pesan yang paling banyak digunakan bersama dengan angka 84% dari pengguna internet di Indonesia. Pikiran saya, ini fasilitas yang tentu digunakan hampir seluruh orang di Indonesia yang gunakan internet. Itu bermakna sangat potensial untuk menjangkau calon konsumen.

Apa yang saya melaksanakan di Whatsapp? Tentunya seluruh fitur yang ada saya optimalkan layaknya fitur grup, status, maupun pesan segera maupun broadcast ke nomor yang tersimpan. Semua fitur asli bawaan Whatsapp tanpa gunakan pemberian fitur pihak ketiga. Rahasia kenapa dalam dua hari mampu mampu omset penjualan selain gunakan siasat copywriting yang menarik adalah pada database nomor kontak whatsapp yang saya miliki. Saat itu saya mempunyai lebih dari empat ribu kontak Whatsapp. Empat ribu kontak tersebutlah yang saya prospek untuk jadi calon konsumen dari buku yang saya tulis sendiri. Ya, tidak benar satu kuncinya jualan di Whatsapp adalah jumlah kontak yang kita punya. Pertanyaannya, bagaimana saya mampu mengoleksi kontak Whatsapp yang lumayan banyak?

Sebelumnya saya ingin menanyakan kepada teman-teman. Pernah tidak pagi-pagi beroleh sebuah pesan di handphone yang isinya adalah pemberitahuan selamat Anda memenangkan hadiah dari undian A misalnya? Atau sebuah pesan yang isinya penawaran untuk pengajuan pinjam untuk modal usaha? Atau cuma cuman penawaran berlangganan sesuatu? Jika iya, maka kita sama. Senasib sepenanggungan. Pertanyaan saya, kira-kira mereka itu mampu nomor kita dari mana?

Ya mampu jadi data kita yang entah kita mengisi itu bocor sampai mana-mana. Tentu orang yang berkepentingan sangat suka beroleh database kontak kita. Perlu teman-teman tahu bahwasanya untuk beroleh database kontak itu tidak gratis. Ada yang sampai senang mengeluarkan uang yang tidak sedikit cuma untuk membeli database kontak. Kabar baiknya teman-teman, kita itu tidak mesti keluar uang untuk beroleh banyak database kontak. Kok bisa? Bagaimana caranya?

Yang saya melaksanakan untuk meningkatkan jumlah database kontak adalah bersama dengan cara ‘mencurinya’, ya mencurinya dari beraneka macam grup yang ada di Whatsapp kita yang tiap-tiap hari kita buka. Saya style orang yang sangat suka jika berhimpun bersama dengan banyak grup baru di whatsapp, itu bermakna saya berkesempatan untuk meningkatkan database kontak saya secara gratis. Semua nomor yang ada di grup Whatsapp saya simpan di daftar kontak handphone saya. Saya tandai mereka berasal dari grup apa dan namanya siapa. Setelah itu, saya kirim pesan satu persatu kontak yang saya simpan tadi bersama dengan memperkenalkan diri dan meminta mereka untuk termasuk menyimpan nomor kontak saya. Lama-kelamaan kontak saya tambah banyak. Setelah itu saatnya beraksi untuk jualan.

Ngomongin soal fasilitas kirim pesan, ada banyak fasilitas yang mampu kita gunakan sesungguhnya layaknya Whatsapp, Telegram, Line, email, dan sudah pasti fasilitas kirim pesan lainnya. Kalau saya khusus lebih memberi saran teman-teman untuk gunakan fasilitas kirim pesan yang tingkat penggunanya sangat banyak, apa itu? Tentu Whatsapp dan email. Lantas apakah fasilitas kirim pesan yang lain tidak mesti digunakan? Tentu bukan begitu, cuma saja teman-teman mampu mengelola siasat pemasaran bersama dengan fokus jika fasilitas kirim pesan pun menolong dari beraneka aspeknya.

Pentingnya mengelola kontak konsumen
Teman-teman, dalam siasat digital marketing, fasilitas kirim pesan mempunyai manfaat yang sangat penting sebenarnya. Karena ia jadi garda paling akhir dari seluruh sistem funnel pemasaran yang kita gunakan. Media kirim pesan biasa digunakan calon konsumen untuk mengkonfirmasi bahwasanya mereka tengah membeli kepada pihak yang sesungguhnya mampu dipercaya. Selain itu, fasilitas kirim pesan termasuk mampu kita gunakan untuk melindungi kembali jalinan kita bersama dengan para pelanggan atau kolega bisnis kita. Sehingga saya katakan, kita sebagai pelaku UKM mesti hukumnya untuk mengelola kontak yang ada di fasilitas kirim pesan kita.

Berikut adalah pentingnya kita mengelola kontak konsumen:

Mengkategorikan style kontak kita konsumen kita cocok bersama dengan jenisnya: Seperti kontak yang masih berstatus calon konsumen atau yang udah jadi konsumen. Hal ini untuk memudahkan kita dalam mengelola siasat komunikasi pemasaran lewat fasilitas kirim pesan.
Memudahkan kita menghubungi kembali konsumen: Mungkin kita dulu mengalami selagi senang menghubungi tidak benar satu pelanggan kita untuk mengkonfirmasi pesanan misalnya, rupanya di kotak kita itu ada enam nama yang serupa persis. Tidak bisa saja dong kita bakal mengirimi pesan ke seluruh enam orang tersebut. Tentu perihal ini bakal membingungkan kita, sesungguhnya mana sih pelanggan yang senang kita hubungi tersebut. Untuk itulah penting kita mengelola kontak bersama dengan benar.
Sebagai direktori data pelanggan dan calon pelanggan: Yang mampu kita kelola untuk meningkatkan pemasaran produk kita.
Lebih efektif dalam berkomunikasi dan melindungi jalinan baik: Tidak cuma bersama dengan pelanggan kita, tetapi termasuk bersama dengan mitra pemasok, dan mitra bisnis lainnya.
Apa saja sih yang mesti diperhatikan dalam mengelola kontak?
Dengan seiring berkembangnya teknologi, saya yakin selagi ini hampir seluruh gadget (gawai) yang teman-teman gunakan adalah gadget cerdas atau yang biasa orang sebut sebagai smartphone. Nah di smartphone ini, sesungguhnya udah ditambah bersama dengan fitur pengelolaan kontak yang super lengkap. Kalau dulu kita cuma mampu menyimpan nama dan nomor seluler saja, kini kita mampu menyimpan data kontak bersama dengan lengkap dikarenakan smartphone masa sekarang udah menyiapkan begitu banyak kolom data untuk memudahkan kita melengkapi Info atas seseorang, khususnya mitra bisnis dan pelanggan setia kita. Bukan cuma nama dan nomor HP, kolom jabatan, nama organisasi/perusahaan, alamat, email, tanggal penting, style jalinan (misalnya konsumen, pelanggan, pemasok, reseller, dropshipper, dll), sampai e-mail dan catatan tertentu (notes) udah disediakan.

Dalam mengelola database kontak, sebisa bisa saja kita lengkapi selengkap-lengkapnya. Karena perihal ini bakal sangat menolong selagi kita mengoptimalisasi siasat komunikasi pemasaran lewat fasilitas kirim pesan ini. Baik itu untuk mengelola prospek calon pelanggan ataupun mengelola pelanggan yang udah lama agar selamanya jadi loyal ke kita. Dan tentu saja memudahkan kita dalam melindungi jalinan baik bersama dengan mitra bisnis layaknya pemasok bahan baku, reseller, ataupun dropshipper.

Sebelum meneruskan membaca artikel ini, yuk teman-teman kita cek kontak yang ada di smartphone kita ada berapa, dan ada berapa % yang informasinya lengkap layaknya ada nama depan dan belakang, alamat, email, nama organisasi/perusahaan, bahkan sampai jabatannya dan catatan hari kembali tahunnya? Jika sesungguhnya belum lengkap, mari kita lengkapi khususnya dahulu!

Cara meningkatkan jumlah kontak
Seperti yang saya ceritakan di awal postingan ini, saya dulu menjajakan lewat Whatsapp selam dua hari mampu tembus penjualan yang lumayan besar. Kuncinya adalah seberapa banyak database yang ada di kontak kita. Semakin banyak maka kesempatan untuk tawarkan produk tambah baik. Mengelola 1000 calon konsumen tentu beri tambahan kesempatan pemasaran yang lebih besar dibandingkan bersama dengan cuma mengelola 10 calon konsumen. Anggap saja kita gunakan hukum pareto skala 9:1 atau 10%, maka potensi pemasaran kita bakal jauh lebih besar selagi mengelola 1000 calon konsumen dibanding cuma mengelola 10 konsumen. Dengan mengelola 1000 calon konsumen, kita berpotensi beroleh 100 pembelian namun yang cuma mengelola 10 calon konsumen ia cuma bakal beroleh kesempatan 1 pembelian. Nah di sinilah pentingnya kita mempunyai banyak database kontak calon konsumen.

Bagaimana cara meningkatkan jumlah kontak kita? Ada lebih dari satu cara yang biasa saya gunakan untuk meningkatkan database kontak di smartphone saya, baik itu nomor seluler maupun email. Yang pertama yang saya melaksanakan adalah bersama dengan mengoleksinya dari data bagian grup dari Whatsapp grup yang saya tergabung disana. Sebisa bisa saja saya menyimpan nomor yang ada disana untuk lantas saya kirimi pesan perkenalan dan meminta bersama dengan baik mereka senang menyimpan nomor saya. Cara ini sangat efektif dikarenakan kita mampu segera berkomunikasi bersama dengan orang yang nomernya kita simpan.

Cara yang kedua, selagi ada kesempatan saya ikuti pameran produk, saya berupaya untuk menyapa bersama dengan ramah tiap-tiap ada orang yang berkunjung ke stand, mengajak mereka kenalan dan ngobrol basa-basi. Setelahnya saya tawari jika senang saya boleh menyimpan nomornya, saya sodorkan gawai pandai saya yang udah saya bukakan aplikasi Whats Direct ke tamu saya agar selagi itu termasuk saya mampu mengapa dia lewat pesan di Whatsapp. Dalam pesan tersebut, tak lupa saya mengisi pesan untuk mampu menyimpan nomor saya dan sangat suka sekali mampu bertemu bersama dengan mereka.

Selain itu, untuk meningkatkan kontak kita mampu mengoleksinya bersama dengan mengoptimalkan iklan di fasilitas sosial. Arahkan para pirsawan (viewers) kita di fasilitas sosial untuk mengisikan data lewat formulir tertentu yang kita sediakan dalam tiap-tiap kampanye kita, baik kampanye berbayar maupun tidak berbayar seandainya bersama dengan program bagi-bagi ebook gratis.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *