Kemenperin Catat Penjualan Mobil Naik 113 Persen

Kemenperin Catat Penjualan Mobil Naik 113 Persen

Kementerian Perindustrian mencatat, penjualan mobil peserta insentif pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM) th. selanjutnya pada periode Maret-Desember 2021 sebanyak 519 ribu unit. Angka ini meningkat sebesar 113 persen atau 275 ribu unit dari periode yang mirip th. sebelumnya.

“Dengan perpanjangan insentif PPnBM DTP th. 2022 dapat merawat momentum perkembangan industri otomotif nasional sekaligus meningkatkan utilisasi dan kinerja sektor industri komponen otomotif terhitung IKM,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di dalam info tertulis, Selasa, 18 Januari 2022.

Peningkatan penjualan mobil disebut berkontribusi memadai besar pada perkembangan industri alat angkutan pada triwulan II dan III 2021 tiap-tiap sebesar 45,2 persen (yoy) dan 27,8 persen (yoy) Cek Pajak Kendaraan Online se-Indonesia .

Selain itu, di dalam sistem manufakturnya peserta program PPnBM DTP udah melibatkan 319 perusahaan industri komponen Tier 1, dan tentunya hal ini mendorong peningkatan kinerja industri komponen Tier 2 dan 3 yang beberapa besar terhitung kategori industri kecil dan menengah (IKM).

Apabila merujuk information Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), berjalan peningkatan penjualan mobil secara wholesales alias pabrik ke diler maupun ritel atau diler ke customer pada 2021. Pertumbuhannya meraih 66,6 persen secara tahunan untuk penjualan wholesales dan 49,2 persen secara tahunan untuk ritel. Jumlah penjualan mobil wholesales sepanjang 2021 tercatat meraih 887.200 unit dan penjualan mobil ritel meraih 863.359 unit.

Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto menilai pengaruh positif dari insentif PPnBM mobil tak sanggup diakui remeh. “Lihat saja dari angka penjualan sebelum saat dan sehabis Maret 2021, pengaruh PPnBM DTP amat besar. Kami udah memberi tambahan masukan-masukan kepada pemerintah melalui Kemenperin,” ujarnya.

Gaikindo, lanjutnya, udah menargetkan penjualan mobil pada 2022 meraih 900 ribu unit. Angka itu sejatinya tetap lebih rendah daripada sebelum saat pandemi yang meraih 1 juta penjualan per tahun.
Menurutnya, insentif PPnBM DTP untuk mobil terhitung dapat berdampak pada pencapaian penjualan pada th. ini. Apalagi, insentif PPnBM sejatinya tak hanya memberi benefit kepada industri otomotif. Industri penunjang kendaraan bermotor, masyarakat, sampai pemerintah dinilai merasakan manisnya pembebasan pajak tersebut.

Pemerintah dapat melanjutkan insentif pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM) untuk pembelian mobil harga Rp 200 juta sampai Rp 250 juta pada th. ini. Sedangkan diskon PPnBM DTP 100 persen berlaku untuk mobil type low cost green car (LCGC).

“Sesuai yang disampaikan oleh Bapak Menko Perekonomian bahwa Bapak Presiden udah menyetujui perpanjangan insentif PPnBM DTP untuk kendaraan bermotor ini. Namun tersedia syarat-syarat local content atau local purchase, yang tengah dibahas nilainya oleh tim teknis,” kata Agus Gumiwang.

Dalam skemanya, diskon PPnBM 100 persen untuk mobil LCGC dapat berlaku sepanjang kuartal I th. 2022. Pada kuartal II-2022, pemerintah dapat mengenakan tarif PPnBM sebesar 1 persen dan 2 persen pada kuartal III-2022. Pada tiga bulan terakhir th. ini, program mobil murah ini dapat dikenakan pajak barang mewah cocok PP 74/2021, yaitu 3 persen.

Berikutnya, skema untuk kendaraan dengan harga Rp 200 juta sampai Rp 250 juta, yang tarif PPnBM-nya sebesar 15 persen, pada Kuartal I ini dapat diberikan insentif sebesar 50 persen yang ditanggung pemerintah. Dengan demikian, penduduk hanya membayar PPnBM sebesar 7,5 persen, dan di kuartal II ulang membayar penuh sebesar 15 persen.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.